Health · Parenting · pregnancy · Uncategorized

Anyang-anyangan, Apa benar hal yang biasa dan dibiarkan saja? (Tips & Trik) PART I

Dear moms,

Jadi ingat beberapa waktu lalu, saya sempat anyang-anyangan, kepengen pipis terus. Badan sumeng-sumeng dengan suhu badan antara 37-38 derajat Celcius. Saat itu belum berasa sakit, aktivitas masih padet dan sibuk mondar-mandir sana sini, sehingga gak terlalu berasa.

Sampe suatu waktu, saya pipis gak bisa “full” sampai selesai, dan terasa agak sakit. Udah ngerti sih, “duh gw ISK (Infeksi Saluran Kemih) nih” Bandelnya, karena saat itu kudu wajib mesti masuk kampus dan diskusi dengan dosen pembimbing, dan saya tetap masuk walaupun gak nyaman. Dikampus mulai deh berasa sakit dan meringis karena pipis semakin sering, semakin sedikit dan sakiitttt bukan main diujung prosesnya.

Akhirnya bikin appointment ke Dokter rujukan kantor suami dan baru dapet keesokan harinya (hiks) dan inget banget beberapa teman dan keluarga yang saya ceritakan tentang gejala yang saya rasakan, cuma berkomentar

“ah anyang-anyangan kan biasa, nanti juga ilang sendiri”

“gw biasanya pake koyo tuh kalau udah anyang-anyangan”

“lo minum air ga mateng sih, jadi anyang-anyangan”

dan masih banyak komentara lainnya. Tapi berbekal ilmu saya sebagai dokter gigi, dan juga Ibu-ibu lulusan Pesat, saya tahu bahwa Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang biasa disebut anyang-anyangan, itu disebabkan oleh bakteri dan harus diatasi.

Hah?Bakteri? Yap bener bakteri, dan waktu itu disaat hari ke-3 saya anyang-anyangan saya bahkan sampai mengalami pipis berwarna seperti coca-cola, dan mengeluarkan darah. Serem ya… huhu. Saya pun diberi terapi antibiotik yaitu Ciprofloxacin yang merupakan salah satu drug of choice untuk ISK.

Jadi sebenarnya apa sih anyang-anyangan / ISK itu?

***Definisi

Menurut Mayo Clinic dan Milis SEHAT ISK adalah sebuah infeksi yang terjadi pada bagian dari sistem urinaria kita, bisa terjadi di ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan dunia luar). Most infections involve the lower urinary tract — the bladder and the urethra

sistem-urinaria

Women are at greater risk of developing a UTI than men are.

 

Infeksi paling sering terjadi terbatas pada saluran kemih dapat sangat mengganggu dan sakit sekali. Namun, jika hal ini dibiarkan, serious consequences can occur ISK dapat menyebar hingga ke ginjal lhoo moms.

***Tanda dan Gejala ISK

ISK tidak selalu menyebabkan tanda dan gejala, apalagi pada anak seringkali tidak spesifik, tetapi apabila muncul gejala-gejala tersebut dapat meliputi:

  • Demam
  • Nyeri pada saat berkemih
  • Rasa sangat ingin berkemih (kebelet pipis)
  • Berkemih lebih sering dengan jumlah urin yang sedikit
  • Urin yang keruh dan berbau busuk
  • Urin berwarna merah, pink, atau seperti COLA ini adalah tandanya darah pada urin (untuk wanita pastikan itu bukan darah mens)
  • Sakit pada area tulang di atas kemaluan (pelvic bone)

ada beberapa tipe dari ISK, dan masing-masing tipe menghasilkan tanda dan gejala yang lebih spesifik pula, tergantung pada bagian mana yang mengalami ISK

Part of urinary tract affected Signs and symptoms
Kidneys (acute pyelonephritis) Upper back and side (flank) pain
High fever
Shaking and chills
Nausea
Vomiting
Bladder (cystitis) Pelvic pressure
Lower abdomen discomfort
Frequent, painful urination
Blood in urine
Urethra (urethritis) Burning with urination
Discharge

Source : mayoclinic.org

jika kamu atau anak memiliki salah satu gejala di atas, secara temui dokter ya moms

uti

***Penyebab dan Faktor Resiko

Infeksi Saluran Kemih (ISK) biasanya muncul saat bakteri naik ke sistem saluran kemih melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Walaupun sistem saluran kemih sudah didesign untuk menghalau penyusup, pertahanan ini kadang gagal. Dan saat itu terjadi, bakteri menjadi cukup “kuat” untuk menyebabkan terjadinya infeksi di saluran kemih.

ISK yang paling sering muncul pada wanita dan mengenai kandung kemih dan uretra.

Bakteri Escherichia coli atau E. coli, merupakan bakteri yang paling sering menyebabkan ISK. Sebesar 80% ISK pada anak disebabkan oleh E. coli. E.coli ini merupakan bakteri yang normal ditemukan pada saluran percernaan. Infeksi pada kandung kemih atau yang biasanya di sebut cystitis biasanya disebabkan oleh bakteri ini.

semua wanita beresiko terkena cystitis dikarenakan jarak yang pendek antara uretra dan anus, serta antara uretra dan kandung kemih

Bakteri lain yang menyebabkan ISK adalah Staphylococcus sapropiticus, Proteus mirabilis dan mikroorganisme lain seperti jamur candida albicans.

Selain jarak yang dekat antara kandung kemih-uretra-anus, beberapa faktor resiko seperti penggunaan alat KB, tipe diafragma dan IUD, serta menopause menyebabkan wanita lebih rentan terhadap ISK.

***Apa yang terjadi jika ISK tidak ditangani?

Apabila ditangani segera dan benar, jarang sekali ISK pada saluran kemih bawah menyebabkan komplitkasi. Namun, apabila dibiarkan, ISK dapat menyebabkan konsekuensi yang serius, seperti:

  • Recurrent infections, khusunya pada wanita yang sudah mengalami ISK lebih dari 3 kali
  • Kerusakan ginjal permanen dari infeksi akut dan kronis infeksi pada ginjal, karena ISK yang tidak ditangani
  • Meningkatkan resiko bayi lahir dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan Bayi lahir prematur pada Ibu hamil.
  • Sepsis, komplikasi dari infeksi yang secara potensial mengancam nyawa, khususnya apabila infeksi naik dari saluran kemih ke ginjal.

***Persiapan sebelum menemui Dokter (PENTING!!)

Setelah membuat appointment aku ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, kenapa aku bilang penting, karena komunikasi yang efektif antara pasien dan dokter, dapat meningkatkan dan membantu dokter dalam mengnegakkan diagnosa yan objektif dan juga membantu kita memahami diagnosa penyakit kita dan juga paham perawatan yang diterima dan step-step apa yang bisa dilakukan dirumah (jika ada):

taking-notes

  • Ask if there’s anything you need to do in advance, such as collect a urine specimen.
  • Take note of your symptoms, catat semua gejala yang kamu alami, walaupun sepertinya gak berkaitan dengan ISK
  • Make a list of all the medications, catat obat, baik vitamin dan suplemen yang kamu konsumsi
  • Write down questions to ask your doctor.

Untuk ISK ada beberapa pertanyaan mendasar yang dapat kamu tanyakan ke dokter mu, misalnya:

  • Apa yang paling sering menyebabkan gejala yang saya alami?
  • Apakah ada penyebab lain?
  • Apakah saya butuh tes lab untuk mengkonfirmasi diagnosis?
  • Faktor apa yang dapat menyebabkan ISK pada saya?
  • Perawatan apa yang anda rekomendasikan?
  • Apabila perawatan pertama tidak berhasil, apa yg dapat dilakukan berikutnya?
  • apakah saya beresiko mengalami komplikasi dari ISK?
  • Resiko apa yang dapat menyebabkan ISK kambuh kembali?
  • Langkah apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi resiko terkena ISK lagi?
  • Apakah saya perlu menemui dokter spesialis?

Jangan ragu untuk bertanya jika ada hal yang tidak kamu pahami, selama appointment yaa..

Biasanya dokter akan menganjurkan untuk pemeriksaan urin, yaitu urinalisis dan juga kultur urin (bakteri dari urin dikembangbiakan di lab biasanya butuh 7 hari)

Urinalisis diuji untuk melihat adanya sel darah merah dan putih, serta bakteri pada urin. TIPS PENTING: untuk menghindari adanya kontaminasi dan tidak akuratnya pemeriksaan, penting untuk mencuci bersih dulu “our area down there” dengan sabun, dan air, serta keringkan dengan tisu dari arah vagina ke anus, depan ke belakang jangan sebaliknya.

Urinalisis biasanya diikuti dengan Kultur urin untuk mengetahui bakteri apa yang menyebabkan ISK, dan obat apa yang paling efektif untuk mengatasinya.

Antibiotik biasanya merupakan lini pertama, pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih. Obat-obatan yang dipilih dan waktu pemberian biasanya bergantung pada kondisi masing-masing orang, bisa dilihat disini jenis-jenis obat ISK.

Biasanya setelah 2-3 hari gejala akan membaik, tapi jangan lupa untuk tetap menghabiskan AB sesuai dengan yang diresepkan dokter ya moms, untuk menghindari terjadinya resistensi.

Tahukah moms, konsumsi AB 3kali sehari itu, artinya per 8 jam?

bukan pagi, siang malam, melainkan teratur tepat per 8 jam

Oiya, sementara menunggu AB yang tepat untuk diresepkan ada beberapa tips, untuk mengurangi sakit: (INGAT tidak mengobati lho)

  • Minum air putih yang banyak, air putih dapat mencairkan urin, dan membantu memflush bakteri
  • Hindari minuman yang cenderung mengiritasi, seperti kopi, teh, cola yang dapat menyebabkan berkemih lebih sering.
  • Pake koyo (nah manjur juga sih saran nenek buyut dirumah) didaerah yang sakit, atau kompres hangat untuk menyamankan.

Wah ga enak banget ya moms, apalagi yang pernah ISK huhu, gak mau lagi deh sakitnya sakit banget, meringis dan mata berair pas pipis.

ISK atau infeksi saluran kemih ini jika sudah terjadi harus dirawat dengan Antibiotik, tapi moms kita sebenernya dapat mencegah terjadinya ISK, dengan beberapa home remedies. Tapi berubung info dipostingan ini udah njubel banyaknya, tunggu di postingan ku berikutnya ya.

*updated, cek yuk tips mencegah anyang-anyangan disini

 

cheers,

 

 

 

icha @annisaramalia

 

Advertisements

3 thoughts on “Anyang-anyangan, Apa benar hal yang biasa dan dibiarkan saja? (Tips & Trik) PART I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s